Home / Berita Umum / Para Peternak Ayam Mengadu Pada Kemendag

Para Peternak Ayam Mengadu Pada Kemendag

Para Peternak Ayam Mengadu Pada Kemendag – Peternak rakyat yg tergabung dalam Gerakan Bela Peternak Ayam Pedaging serta Petelur (GBPA) lakukan pertemuan dengan pemerintah, yaitu Kementerian Perdagangan (Kemendag) .

Kajian dalam pertemuan itu berkenaan persoalan perbedaan harga daging ayam serta telur ditingkat peternak serta ditingkat pasar, dan menginginkan ada perbaikan harga oleh pemerintah.

Mengenai dalam audiensi yg dilaksanakan dengan Kemendag, peternak menginginkan pemerintah sebagai pemangku kebutuhan supaya menambah harga jual ayam hidup serta telur diatas harga pokok produksi peternak.

” Harapan peternak supaya harga secepat-cepatnya sembuh diatas harga pokok produksi peternak, ada surat keterangan harga atau rujukan, ” tutur Kadma Wijaya, Ketua Gerakan Bela Peternak Ayam Pedaging serta Petelur (GBPA) , pada Kompas. com, di Jakarta, Selasa (28/2/2017) .

Ke-2, perusahaan integrasi kurangi chick in (masuknya anak ayam atau Day Old Chick/DOC yg bakal dipelihara kedalam kandang) sejumlah 50 % manfaat menyetabilkan keperluan serta pasokan.

Ketiga, tdk keluarkan izin impor Grand Parent Stok atau bibit indukan ayam hingga situasi aman untuk perbaikan peternak rakyat.

Ke empat, mengambil keputusan Ketetapan Menteri Perdagangan mengenai harga surat keterangan untuk ayam hidup serta telur di tingkat peternak sesuai sama amanat Undang-Undang Perdagangan Nomer 7 Th. 2014 Pasal 26 ayat 2.

Direktur Perbibitan serta Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan serta Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Surachman Suwardi mengaku ada perbedaan harga yg cukup tajam pada pasar dengan peternak rakyat.

Dia menerangkan, Kementan telah lakukan survey serta penyelidikan, serta temukan sebagian sangkaan yg berlangsung di lapangan.

” Harga di tingkat customer akhir Rp 21. 000 per kg, namun di peternak Rp 13. 000 s/d Rp 14. 000 per kg, ” katanya.

Tata Niaga

Menurutnya, penyebabnya paling utama ada perbedaan harga sekarang dikarenakan oleh rantai tata niaga telur yg cukup panjang.

Surachman memberikan, sekarang pemerintah sudah berusaha untuk menghindar selalu berkurangnya harga telur.

Kementan berbarengan Kemendag membagi pekerjaan untuk pembinaan tehnis serta penambahan kwalitas telur ayam. Kemendag bakal membina peternak supaya mempunyai pemrosesan tepung telur.

Sampai kini tepung telur disenangi industri roti serta makanan lain. ” Sedang kami mengupayakan tingkatkan kwalitas telur supaya tetaplah bermutu baku serta dapat bekompetisi, dengan pembinaan pembibitan, ” katanya.

Berdasar pada data Pusat Info Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga telur ayam di DKI Jakarta menjangkau Rp 19. 250 per kg, serta termurah di Maluku Utara dengan Rp 16. 200 per kg. Sedang harga paling tinggi ada di Papua dengan Rp 34. 750 per kg.

About admin